Sabtu, 15 Desember 2018

Luka

Saat badan luka. Katakanlah, betismu tertempel panasnya knalpot supra. Perih!! Saya tau karena pernah mengalami dan sangat tahu bagaimana rasanya luka bakar knalpot motor. Setelah diobati, dalam beberapa minggu luka itu sembuh. Rasa perihnya sudah hilang tapi tidak dengan bekasnya. Ketika masih berupa luka, saya akan meringis jika luka itu tersentuh sesuatu. Mau mandi saja saya angkat kaki tinggi-tinggi karena perih meski hanya terbasuh air. Kini lukanya telah lama sembuh, mau saya gosok-gosok atau garuk sekalipun perihnya sudah tak ada lagi. tapi sayang tidak dengan bekasnya. Lukanya sembuh namun membekas. Bekas luka itu mengingatkan saya pernah terluka.
.
Saat hati yang luka, memaafkan meski tak diminta adalah pilihan terbaik yang membebaskan (baca: menyembuhkan) hati dari benci,  kebencian yang ditimbun tumbuh subur membuncah melahirkan dendam. Setiap dendam menuntut pembalasan.  Dendam yang tak terbalaskan akan menjadi pedang bermata dua berbalik arah justru menyerang. Nelson Mandela meski akhirnya mampu membalas ia lebih memilih memaafkan . "Forgive but not forget" ucapnya.
Hingga pada akhirnya luka hati itu sembuh. Meski tak nampak, luka itu juga membekas. Karena setiap luka meninggalkan bekas meski samar-samar. Bekas itu mengingatkan saya pernah terluka.
.
"jadilah kuat bukan untuk menindas, tapi setidaknya membuat orang berpikir lagi untuk menyakitimu."

Selasa, 27 Maret 2018

ooh ternyata begitu

Cerita ini diceritakan seseorang kemudian akan saya ceritakan kembali menurut versi sendiri.

Seorang bapak yang sudah tua memiliki 2 buah usaha dan 2 orang anak lelaki. Kedua anaknya adalah anak yang patuh. Si bapak ingin pensiun dan menyerahkan usahanya pada masing-masing anaknya.

Sebelum menyerahkan usahanya, bapak menyampaikan pesan atau wasiat kepada keduanya untuk dilaksanakan dalam kegiatan usaha.
1. Jangan pernah menagih piutang.
2. Jangan bertemu matahari saat pergi atau pulang.
Jika mereka sanggup maka usaha itu milik mereka. Kedua anak menyanggupi melaksanakan wasiat si bapak.

Waktu berlalu..
bapak sudah lama wafat. Karena sesuatu kakak dan adik ini jarang sekali bertemu. Mereka meneruskan bisnis yang sudah sukses hasil rintisan si bapak. Tetap teguh menjalankan wasiat bapak untuk tidak pernah menagih piutang dan tidak bertemu matahari ketika pergi atau pulang.

Bisnis si kakak sukses dan berhasil mendirikan banyak cabang. Kakak sangat bersyukur bisa mempertahankan bisnis yang ia warisi bahkan menjadikannya lebih sukses. Semua kesuksesannya berkat dari menjalankan wasiat bapak.

Di lain tempat.

Berbanding terbalik dengan kakak, bisnis yang adik jalankan justru bangkrut. Si adik berujar semua demi menjalankan wasiat bapak. Adik tetap teguh menjalankan wasiat untuk tidak menagih piutang dan tidak bertemu matahari saat pergi atau pulang. Mungkin karena nasibnya memang begini. Banyak dari konsumennya yang tidak membayar sisa pelunasan utang. Untuk tidak bertemu matahari adik selalu menggunakan mobil atau taksi yang membuat ongkos operasional menjadi tinggi.

Sampai akhirnya kakak-adik ini bertemu. Si adik berkeluh kesah pada kakak tentang banyaknya piutang yang tidak bisa ia tagih karena patuh pada wasiat dan besarnya biaya operasional yang harus ia keluarkan setiap bulan.

Dua orang yang patuh menjalankan wasiat bapak untuk tidak pernah menagih piutang dan tidak bertemu matahari saat pergi atau pulang bisa memiliki nasib yang berbeda. Kakak sukses dan merasa sangat bersyukur menerima wasiat bapak sementara adik bangkrut dan sangat menyesal karena wasiat bapak dia tidak bisa menagih piutang yang seharusnya bisa memutar modal agar bisnisnya tetap berjalan.

Kakak membetulkan posisi duduknya, menyulut kreteknya dan mulai menjelaskan. "Dari ceritamu semua tentang bagaimana kamu menafsirkan pesan yang bapak wasiatkan. Sangat berbeda sekali antara kenal dan tahu."

"Kakak kenal kepada bapak sementara adik sebatas tahu. Kakak begitu mengenal bapak sehingga menangkap maksud dan kemana arah pesan bapak. Adik cukup tahu saja dan patuh."

"Kakak mengenal bagaimana bapak menjalankan usahanya semasa merintis dulu. Bapak tidak pernah menagih piutang karena dalam transaksi bisnis, bapak hampir tidak pernah memberi utang pada konsumennya. Jangan pernah bertemu matahari saat pergi atau pulang wasiat kedua bapak. Bapak orang yang tekun dalam bekerja, dia bangun pagi buta dan mempersiapkan usahanya dan baru pulang setelah beres semua pekerjaannya dan itu biasanya malam."

"Adik menafsirkan dan melaksanakan wasiat bapak tanpa mengenal bapak. Tidak sampai pada maksud dari wasiat bapak. Dengan kata lain adik selama ini misinterpretasi pada wasiat bapak."

Hari itu adik sampai pada "ooh ternyata begitu.." setelah pertemuan itu adik siap menjalankan wasiat bapak dengan cara pikir yang baru, yang mengenal bukan sekedar tahu.

Jumat, 16 Maret 2018

Kontemplasi

Rumus yang saya temukan tanpa sengaja, entah pernah baca dimana atau ngobrol sama siapa.

Jangan mudah memberi janji ketika sedang bahagia. Jangan mengambil keputusan ketika marah. karena ujungnya selalu penyesalan.

saat bahagia kita cenderung meng-iya-kan  karena tidak mau merusak suasana hati. ya kaan..
sebaliknya saat marah kita malah terburu-buru mengambil keputusan supaya cepet semua urusan.

so.. ketimbang harus menyesal dikemudian hari lebih baik menunda sebentar. endapkan dulu.

kontemplasi. bukan konstipasi. :P
apa yang yang terjadi jika saya lakukan.
apa yang tidak terjadi jika saya lakukan.
apa yang terjadi jika tidak saya lakukan.
apa yang tidak terjadi jika tidak saya lakukan.

percaya setengah apa yang kamu lihat, jangan percaya apa yang kamu dengar. (lupa kata siapa)

Rabu, 06 Desember 2017

Modus Penipuan Kerja Paling Canggih - Hati-hati Penipuan recruitment mengatas namakan PT Pamapersada Nusantara

Penipuan jaman now makin canggih dan mereka sudah paham betul apa itu STP (Segmentasi Targeting dan Positioning) dan bagaimana memanfaatkan internet marketing. Baru-baru ini saya hampir saja kena tipu dengan modus panggilan kerja. Bisa dibilang saya selamat dari penipuan hanya karena keberuntungan. Karena saya sangat percaya dengan panggilan kerja tersebut.
Saat itu saya baru diterima kerja dan sudah tanda tangan kontrak 2 hari sebelumnya dan setelah istirahat makan siang pukul 2 siang saya menerima sebuah sms.

“ Pengumuman surat undangan tahapan tes seleksi PT. Pama Persada Nusantara sudah kami kirim ke email anda, mohon dicek dan dipelajari. Ditunggu konfirmasi hadir/tidak paling lambat pukul 17.00 wib”

Saya sangat excited saat menerima sms itu karena memang beberapa waktu sebelumnya saya merasa pernah melamar pekerjaan di pama. Sudah pasti ini panggilan dari cv yang saya kirimkan. Pasti!! Meskipun baru diterima kerja di kantor baru, panggilan tes di pama begitu menggoda dan sangat sayang untuk dilewatkan.

Tanpa tunggu lama saya langsung cek email email masuk. Benar saja, ada pesan baru dengan pengirim dari recruitment@pamapersadanusantara.id dalam email tersebut tidak terdapat body email hanya sebuah lampiran file pdf. Isi pdf itu adalah penjelasan proses rekrutmen, rangkaian acara, informasi benefit dan pengumuman nama-nama yang dipanggil untuk tes penerimaan karyawan baru di pama persada nusantara yang akan dilaksanakan di balikpapan tanggal 10 – 12 november 2017. Tes dilaksanakan hari jumat – minggu. Saya bisa cari alasan izin satu hari saja, hari jumat kalau tidak lulus saya bisa lanjut kerja hari senin. Tidak ada ruginya.

Dijelaskan dalam pdf itu bahwa semua biaya akomodasi peserta akan ditanggung oleh pama dengan sistem refund. Jadi, saya harus menanggung biaya keberangkatan dari jakarta yang nantinya akan diganti dan untuk kemudahan proses, pihak pama disini telah bekerja sama dengan satu agen travel untuk reservasi tiket dengan blue sky travel. Setelah saya telepon travel itu kemudian pihak travel meminta saya untuk mengirimkan data nama, ttl, alamat, kode pos, email dan no telpon. Selang beberapa menit saya menerima balasan kode booking dan total uang tiket PP sejumlah IDR 1,689,600.00 yang harus saya transfer ke rekening BRI A/N T KAPITANO CHANDRA 719301010966531 dengan batas waktu 1 jam dengan peringatan jangan sampai terjadi pembatalan otomatis dari pihak LION AIR.

Untuk pengangguran kehabisan tabungan selama nganggur yang baru 2 hari diterima kerja. Setengah terburu-buru saya inisiatif menghubungi beberapa teman yang sekiranya bisa menalangi dulu. Toh, nanti juga di refund sama pama. Untuk meyakinkan teman yang mau meminjamkan uangnya saya kirimkan juga file pdf dalam email yang saya terima. Salah satu teman saya membalas pesan yang saya kirim dan menyanggupi untuk mentransfer ke rekening tersebut.

Bukan main senangnya punya sahabat yang bisa diandalkan dalam kondisi urgent begini. Lega.
Sembari menunggu bukti transfer, saya iseng buka website pama untuk cek pengumuman penerimaan karyawan baru disana. Betapa kagetnya saya begitu buka website pama langsung muncul disclaimer dan peringatan untuk hati-hati terhadap penipuan panggilan kerja mengatasnamakan pama persada nusantara dengan modus penipuan persis seperti yang sedang saya lakukan dan keterangan disana email HRD pama yang benar adalah recruitment@pamapersada.com

bajingan! Asuu!! Saya memaki dalam hati. Mengetahui bahwa saya sudah tertipu saya gemetar, persendian saya seperti hilang, lemas sekali.  Segera saya hubungi teman yang menyanggupi transfer untuk menanyakan apakah dia sudah transfer ke rekening itu.

Alhamdulillah.. ternyata dia sedang mempelajari pdf yang saya kirimkan yang menurutnya terasa mencurigakan. Segera saya sampaikan bahwa itu penipuan dan saya sangat bersyukur selamat dari usaha penipuan itu.

Dari apa yang telah saya alami, saya merasa penasaran dan mencoba menganalisa bagaimana para penipu itu akhirnya menetapkan saya sebagai target penipuan mereka. Dari kronologi yang saya sampaikan, penipuan yang mereka lakukan bukan sekedar penipuan biasa. Tapi, terstruktur rapih dan mereka sudah melakukan persiapan yang matang sebelum akhirnya melancarkan misinya.

Pertama, mereka sudah mengetahui siapa target penipuan mereka mulai dari nama, no. telpon, email dan mengerikan-nya mereka bahkan tahu bahwa saya pernah melamar pekerjaan di pama persada.

Kedua, manajemen waktu yang mereka terapkan kepada target sangat sempit. Dengan memberikan batas waktu membuat target tidak bisa banyak berpikir. Ini konsep promosi yang sering diterapkan online marketer dengan tujuan menyegerakan pembelian oleh customer atau istilahnya Impulse Buying. Saya yang sekolah dan belajar tentang bagaimana membuat promosi yang baik menurut teori-teori komunikasi pemasaran dari bapak Laswell, Philipp Kotler, Chirs Fill dkk. Tetap saja kena tipu, diburu waktu takut tiketnya batal kalau tidak dibayar segera.

Ketiga, demi kesuksesan mengelabui targetnya para penipu ini bisa dibilang cukup modal dan memiliki pemahaman yang baik tentang internet marketing untuk bikin saya percaya bahwa ini panggilan kerja resmi. Terbukti dengan menggunakan domain pamapersadanusantara.id sengaja dibikin sangat mirip dengan yang aslinya. Pakai domain berbayar bukan yang gratisan.
Kesimpulan saya berujung pada sebuah pertanyaan, darimana penipu ini mendapatkan data mateng calon korban?

Memang selama nganggur saya kirim email ke HRD banyak perusahaan, datang ke jobfair, pakai banyak aplikasi gratisan di playstore untuk apply kerjaan. Ngomong-ngomong soal data. Waktu ada jobfair kemnaker di kemayoran beberapa bulan lalu saya lihat ada booth jobstreet disana. Saya penasaran tanya ke petugas yang jaga “mba, saya koq nglamar kerja di jobstreet gak pernah dapet panggilan yah. Jangan-jangan perusahaan yang naro lowongan di jobstreet cuma pura-pura aja padahal mereka ngumpulin data pelamar untuk jadi target marketing. Soalnya kan, kita pelamar kerja pasti bikin akun asli di jobstreet”. “wah iya mas, memang isu itu yang sedang kita tangani. Kita juga gak bisa tahu apakah perusahaan yang naro lowongan itu bener-bener butuh karyawan baru”. Kemudian mengalir obrolan kami tentang bagaimana bagaimana data pelamar di jobstreet itu penting dan bisa digunakan untuk apa saja salah satunya membangun data target market di facebook ads dengan menggunakan fitur “look a like” jadi dengan sejumlah data yang kita upload di facebook ads kemudian algoritma facebook akan menemukan target konsumen yang memiliki kesamaan dengan data yang kita upload. Dengan begini iklan atau kampanye apapun yang kita buat di facebook dijamin tepat sasaran dan pastinya hemat budget. Dan bayangkan data ini digunakan untuk kepentingan lain. Saya tidak bilang jobstreet salah. Toh, sekarang saya dapet kerja yang sekarang karena melamar dari jobstreet.


Usaha dalam membangun database bukan cuma dari aplikasi pencari kerja saja. Ada sangat banyak cara kreatif yang membuat kita akhirnya dengan sukarela mengisi data diri. Nasihat untuk diri sendiri “mulai sekarang bijaklah sebelum memutuskan untuk mengisi formulir data diri”

Sabtu, 02 September 2017

Cabut Gigi Geraham Bungsu Pakai BPJS

Catatan harian
Pertama, pastikan luangkan waktu dan kedua, sabar karena proses yang akan kita jalani lumayan panjang dan repot. Jangan sungkan bertanya dan juga jangan langsung ke rumah sakit karena pasien bpjs harus lebih dulu membawa surat rujukan dari faskes (puskesmas), datang ke faskes dimana tempat kita terdaftar sepagi mungkin, mengingat poli gigi membatasi pasien perharinya, hal ini karena beberapa tindakan pada pasien bisa memakan waktu lama, jadi daripada jenuh menunggu pastikan datang pagi biar dapat urutan pertama.

30-08-2017
datang ke puskesmas kembangan jam 8 pagi di jl. H. Saaba komplek walikota, meruya tempat faskes saya terdaftar. Ambil nomor antrian poli gigi dan daftar untuk pasien baru dengan menyerahkan kartu bpjs (gratis). Jam 8 pagi saja antrian sudah panjang untuk poli gigi. Menunggu antrian yang lama saya sempatkan untuk sarapan dulu. Selesai sarapan kembali ke puskesmas dan menunggu. Lama menunggu akhirnya giliran saya tiba. Masuk ke ruangan dan ditanya keluhannya apa.
"Saya mau cabut gigi geraham bungsu saya dok."
"Oke, kita periksa dulu giginya ya mas."
Saat diperiksa dokter bilang "waah ini harus dioperasi mas, tapi nggak bisa disini. Kita rujuk yah."
"Dirujuk kemana dok?"
"Ke rumah sakit pelni atau rumah sakit cengkareng"
"Nggak ke rsud kembangan aja dok? Soalnya kemarin saya sudah ke rsud katanya bisa operasi disana."
"Wah emang bisa kesana?!"
"Kemarin saya tanya katanya bisa."
Dokter yang menangani saya penasaran dan bertanya ke rekan sesama dokter gigi di ruangan itu.
"Yasudah kalo memang bisa kita rujuk kesana mas, kalau ternyata nggak bisa nanti juga dirujuk lagi."
"Baik pak dokter, terima kasih."
"Mas, sekarang tunggu diluar, kita buatkan surat rujukannya dulu."

Sudah punya surat rujukan,lalu potokopi sebanyak 4 lembar, ktp 4 lembar, kartu bpjs 4 lembar.

Saya pergi ke RSUD kembangan. Langsung daftar untuk pasien baru dan menyerahkan dokumen pengantar yang sudah disiapkan. Sampai sini saya tidak membayar sepeserpun. Kemudian menunggu untuk diperiksa lagi sama dokter, setelah diperiksa saya diminta untuk poto rontgent dulu. Bawa pengantar dokter gigi untuk di rontgent ke kasir, dan ternyata gratis juga walaupun ditulis harganya 50ribu. Setelah poto rontgent tunggu hasil cetak dan bawa lagi ke ruangan dokter gigi. Ketika hasil poto  rontgent dilihat dokter.

"Wah, untuk kasus gigi ini tidak bisa cabut disini mas." "Kita rujuk ke LADOKGI ya di Benhil, informasi lengkapnya kamu bisa browsing aja." "Baik bu dokter."

Setelah browsing sana sini, ladokgi adalah rumah sakit gigi dan mulut TNI AL di Benhil dekat dari senayan. Dengan modal rujukan dari rsud kembangan saya pulang dulu ke rumah untuk makan siang dan sholat dzuhur dulu. Tepat jam 1 siang saya lanjutkan ke ladokgi, berdasarkan informasi dari website ladokgi, jam operasional rumah sakit mulai jam 7 pagi sampai jam 8 malam. Berkendara dengan motor hanya 30 menit dari rumah saya sampai di rumah sakit. Sesampainya disana yang saya dapati ruang pendaftaran pasien baru kosong dan ada seorang petugas kebersihan yang sedang bersih-bersih menegur saya.

"Mas mau berobat ya,  Pasien baru atau lama?" "Saya pasien baru pak, rujukan dari bpjs."
"Ooh.. pendaftaran pasien baru sudah tutup mas, untuk pendaftaran dari jam 8 sampai jam 11, besok kesini lagi aja jam 8."
"Ooh siap pak, terima kasih." saya pulang ke rumah.

31-08-2017
Pagi jam 9 saya berangkat ke ladokgi, sampai sana langsung daftar untuk pasien baru rujukan bpjs. Menyerahkan dokumen yang dibutuhkan ke petugas (fotokopi ktp, fotokopi kartu bpjs, fotokopi surat rujukan dari puskesmas dan rsud kembangan) karena saat itu saya belum potokopi dokumen dan petugas itu yang mempotokopi saya diminta membayar 25ribu rupiah. Setelah bayar saya diberikan kartu berobat.
Semua dokumen disiapkan petugas pendaftaran kemudian berkas saya diteruskan ke ruang bpjs, menunggu diproses sebentar kemudian saya dipanggil petugas, ternyata surat rujukan dari puskesmas ke rsud kembangan belum terlampir. Saya serahkan potokopi surat rujukan puskesmas. Persyaratan sudah lengkap, administrasi beres. Sekarang tinggal menunggu untuk dipanggil ke ruang diagnosa.

"Tuan herry budiman.."
"saya bu" saya masuk ke ruang diagnosa
"Silahkan duduk pak, keluhannya apa pak?"
"Saya mau cabut geraham bungsu bu dokter"
"Ooh iya, kita konfirmasi dulu ya pak."
Saya ditanyakan mengenai riwayat sakit sebelumnya (pernah dirawat di rs belum, punya riwayat diabetes tidak, mengidap hepatitis tidak, hiv, dlsb.) Selesai.
"Coba kita periksa dulu giginya ya pak"
"Baik bu dokter" gigi saya diperiksa satu persatu. Selesai.
"Sekarang bapak bawa surat ini, naik ke lantai tiga untuk rontgent, terus selesai rontgent langsung ke lantai dua ya."

Kalau di rsud kembangan gigi yang di rontgent cuma gigi yang kita keluhkan. Di ladokgi full rontgent seluruh gigi. Selesai rontgent saya bawa poto rontgent tersebut ke petugas di lantai dua. Menunggu lagi untuk dipanggil. Tidak berapa lama nama saya dipanggil lagi.

"Tuan herry budiman.."
"ya saya bu."
"Kita cek tensi dulu ya pak." Disini saya ditanyakan lagi mengenai riwayat sakit, setelah selesai.
"Yuk, kita periksa dulu giginya mas."
"Baik bu dokter."

Selesai diperiksa dan mengamati hasil rontgent dokter bilang bahwa gigi saya harus dioperasi karena posisi gigi bungsu ada didalam dengan posisi tidur menabrak gigi sebelahnya.
Kemudian bu dokter memeriksa jadwal kosong untuk operasi bulan september sudah penuh. Paling cepat jadwal kosong di tanggal 6 oktober 2017. Saya dijadwalkan di tanggal itu, lalu dibuatkan resep obat untuk diminum sehari sebelum operasi. Lanjut lagi ke ruang farmasi di lantai 1 untuk ambil obat. Menyerahkan resep dokter ke petugas. Saat menyerahkan resep saya ditanya petugas

"umum ya pak?"
Saya jawab "iya bu."
"Harga obatnya 70ribu pak."
"Loh, pasien bpjs bukannya gratis bu?"
"Ooh bpjs.. iya gratis pak, saya minta potokopi dokumen bpjsnya pak."
"Baik bu."

Semua proses sudah selesai, sekarang tinggal tunggu jadwal untuk operasi bulan depan 6 oktober 2017.

Demikian runutan bagaimana cara memanfaatkan bpjs kesehatan dari pengalaman saya. 

Rabu, 09 Agustus 2017

ikuti jika benar tanggalkan jika salah

kadang kita cenderung melakukan sesuatu tanpa tahu kenapa kita melakukan hal tersebut, tanpa mengerti apa maksud kita melakukan hal itu, hanya karena semua orang melakukannya bukan berarti kita harus melakukannya juga.

saya pernah secara kebetulan menonton sebuah eksperimen sosial di internet. sebuah penelitian sederhana. dalam sebuah grup yang sedang menunggu antrian di klinik, semua anggota grup itu akan berdiri dan kembali duduk ketika mendengar bel berbunyi. lalu datanglah seorang perempuan muda usia 20an ke klinik, ketika menunggu antrian bersama grup tadi yang sudah diminta untuk berdiri dan kembali duduk ketika mendengar bel di klinik tersebut berbunyi. perempuan yang baru datang tadi tanpa tahu skenario tersebut tentu kaget ketika pertama kali melihat prilaku grup antrian itu. bel berbunyi untuk kedua kali, grup itu berdiri dan kembali duduk. si perempuan masih melihat dan memperhatikan, mulai terusik apakah memang harus berdiri dan duduk lagi ketika mendengar suara bel berbunyi saat sedang menunggu antrian di klinik. bel berbunyi lagi, grup itu berdiri lagi dan kembali duduk tanpa peduli keberadaan perempuan itu. tapi kali ini, meski ragu perempuan itu ikut berdiri dan kembali duduk. bel berbunyi lagi, tanpa ada keraguan dengan segenap keyakinannya perempuan itu bergabung dengan grup itu. berdiri dan kembali duduk. 

eksperimen dilanjutkan dengan menghilangkan anggota grup satu-persatu sehingga meninggalkan si perempuan sendiri. apakah perempuan itu akan tetap berdiri dan duduk lagi ketika mendengar bel? ya, perempuan itu tetap melakukannya. dia sudah mulai terbiasa dengan aktifitas berdiri dan duduk lagi ketika bel berbunyi.  kemudian masuk seorang pria ke klinik. pria ini juga tidak tahu tentang eksperimen ini, dia datang ke klinik, ambil no antrian dan duduk menunggu. ketika bel berbunyi si perempuan berdiri dan kembali duduk. si pria yang baru datang itu bertanya "apa yang sedang kamu lakukan?" si perempuan menjawab "aku tidak tahu, tapi semua orang yang sedang menunggu giliran masuk tadi melakukannya." si pria hanya mengangguk heran. bel berbunyi lagi, seperti perempuan tadi meski ragu pria itu ikut berdiri dan kembali duduk. fenomena ini terus berlangsung sampai terbentuk grup yang baru. grup yang berdiri dan kembali duduk ketika bel berbunyi di klinik. 

sampai akhirnya eksperimen ini dihentikan, dan perempuan itu diwawancara kenapa akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti grup yang berdiri dan duduk lagi ketika mendengar bel berbunyi. perempuan itu menjawab "saat tidak melakukannya aku merasa tidak nyaman dan merasa tersingkirkan. aku merasa harus mengikutinya agar bisa diterima."

hanya karena semua orang melakukannya bukan berarti kita juga harus melakukannya. hanya saja seharusnya kita benar- benar tahu alasan kenapa kita harus melakukannya, bukan karena ikut-ikutan.

Rabu, 25 Januari 2017

Pesan Cinta Dari Papua

Kabwabiap: selamat pagi dalam bahasa daerah genyem papua sekitaran sentani.
"Kabwabiap bapa' su mo berangkatkah?"
"Kabwabiap! Iya mace. Su mau berangkat."
Sapaan ramah ini selalu mengiringi setiap perjalanan kami ketika lewat depan rumah yang kebetulan mace dan pace sedang aktivitas depan rumah. Memberi makan peliharaan babi, anjing atau sedang sarapan ngunyah sirih pinang.
Babi disana dilepas bebas berkeliaran. Jelas, bukan pemandangan biasa di jakarta. Agak ngeri gimana gitu. Awalnya.
Beberapa hari lagi bulan romadhon saya yang muslim tentu melaksanakan puasa. Aktivitas makan siang hilang sudah. Mengetahui saya akan puasa Joseph salah satu TL (tenaga lokal) menghampiri saya kemudian bilang
" bapak besok saya mau ikut puasa."
"Loh, tidak usah om. Nanti tidak kuat kerja."
"Tidak papa mo, bapak tidak makan saya juga tidak bisa."
"Saya sudah biasa om. Tapi, terserah om kalau nanti tidak kuat om makan ya."
"Ah, tidaak. Saya kuat."
"Oh, yasudah.."
Aktivitas puasa tidak merubah alur pekerjaan, tetap seperti biasa. Tetap harus kirim laporan progress setiap malam.
Hari pertama puasa tiba. Ah, tidak ada makan siang hari ini.. melirik om yoseph
"puasa om?"
Dibalas senyum dikulum.
Saya acungkan ibu jari seraya berkata "mantaap!!"
Selama dilapangan saya jadi lebih memperhatikan om Joseph karena sebagai TL beban pekerjaan mereka itu berat. Saya akui memang berat. Mulai dari membawa peralatan, memandu arah menuju lokasi, dan merintis jalur. Om Joseph saya perhatikan mulai loyo tapi kekeuh mau buka maghrib nanti, karena sebelumnya sempat saya persilahkan minum atau makan.
Hari mulai sore dan kami bersiap kembali ke rumah. Targetnya paling tidak maghrib sudah sampai dirumah buat buka puasa.
Ada dua kenikmatan orang berpuasa:
1. Ketika ia berbuka
2. Perjumpaannya dengan Tuhannya.
Setelah seharian kita menahan lapar. Pastinya, Om Joseph begitu menikmati menu buka puasa hari itu.
"Om kalo mau puasa itu jangan lupa sahur.. hahaha.. besok puasa lagi?"
Sambil berbisik "Bapa' saya mohon izin besok tidak ikut puasa."
"Hahaha.. sipp! Tidak apa-apa."
______________________________________
Saya sangat menghargai sikap om Joseph​ yang bisa dikatakan sangat menghormati kami yang berpuasa. Sebuah pembelajaran yang sangat berharga bagi saya tentang sebuah toleransi yang belum tentu dirasakan orang lain. Hari ini memperingati 25 Desember saya ucapkan SELAMAT NATAL untuk kawan, sahabat yang merayakan. Salam.

Selasa, 24 Januari 2017

Manusia PANCASILA

Pancasila adalah dasar ideologi negara Indonesia. Bung Karno menyatakan bahwa pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia secara turun-temurun yang sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia.

Dalam butir-butir pancasila memandang manusia utuh sebagaimana manusia itu seharusnya. Butir pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, setiap orang Indonesia bebas memilih dan melaksanakan ibadah berdasarkan agama yang diyakininya. Kemudian setiap agama meng-Esa-kan Tuhan. ketika setiap manusia indonesia meletakkan Tuhan dalam hatinya bukan harta, jabatan, atau kenikmatan-kenikmatan sementara maka akan dengan sendirinya tercipta Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab. Mustahil seseorang melakukan dosa ketika ada Tuhan dalam dirinya.

"Dahulukan adab daripada ilmu. Dahulukan adab daripada ilmu." Pesan guruku semasa hidupnya dulu. Rasanya tak kurang-kurang stok orang pintar yang kita miliki. Tapi, jarang sekali orang yang memiliki budi pekerti. Sebetulnya ada banyak, tapi, biasanya mereka tersembunyi dan jarang mengekspos diri. Manusia yang tinggi adabnya maka tinggi ilmunya, miskin adab miskin pula ilmunya. Mendahulukan ilmu daripada adab menjadikan manusia tidak tahu bagaimana bersikap adil. Padahal Ilmu pasangannya amal. Bagaimana mau beramal kalau sombong. Keadilan tidak akan pernah ada jika manusianya tidak beradab. Barulah bisa adil kalau beradab.

Dalam sila kedua jelas sekali membahas tentang bagaimana kita memanusiakan manusia. Sesuatu barulah disebut ilmu ketika ia sudah diamalkan. Ilmu yang tidak diamalkan masih sebatas wawasan. Hanya kebetulan dia lebih dulu tahu.

Persatuan Indonesia, tak perlu disuruh, otomatis saja. saat kita bisa menghargai orang lain apapun agama dan latar belakangnya mau petani, buruh, akademisi, polisi, orang kaya, orang miskin semua sama. kemudian yang berlebih menghargai yang kurang, sebaliknya, yang kurang menghormati yang memang berlebih, tidak terburu-buru menghakimi dan setiap orang tahu apa peran dan fungsinya masing-masing.

Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/ Perwakilan, Bagaimana tidak khidmat negara kita ketika pemimpin dan wakil rakyat yang dalam hatinya hanya Tuhan dan empati pada rakyat. Saat itu Indonesia telah menjadi negara ideal dengan memberikan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Keadilan pula bagi alam, hewan dan tumbuhan, menjadi rahmatan lil’alamin. Aamiin.

Kamis, 12 Januari 2017

KEBANGGAAN SEBAGAI ORANG INDONESIA

Pandangan ini subjektif milik penulis sebagai pribadi, cerita dan pengalaman terbaik yang pernah saya alami sendiri.

Beberapa tahun lalu saya bekerja di sebuah konsultan geologi dan geofisika daerah jakarta. Dari sini saya memiliki kesempatan untuk mengenal suatu daerah lebih dekat, karena bekerja disini pula saya harus siap untuk ditempatkan di manapun lokasi proyek yang akan dilaksanakan. Lokasi yang  saya dan tim kunjungi bukan destinasi wisata. Lokasi bukaan bakal tambang dan lebih sering hutan baik yang sudah dibuka atau yang belum terjamah manusia. Tujuan kami datang kesana hanya satu, melakukan penelitian keberadaan mineral tambang atas permintaan klien.

Ada satu pengalaman yang begitu berkesan seumur hidup yang pernah saya alami. Karena itulah judul tulisan ini kebnaggaan sebagai orang indonesia. Pada suatu hari saya diinfokan akan ada beberapa pekerjaan kedepan berlokasi di luar negeri dan kami semua akan berangkat kemudian diminta untuk menyiapkan semua dokumen yang diperlukan. Belum pernah ada dipikran saya waktu itu untuk keluar negeri. Satu-satunya dokumen yang diakui diluar negeri Cuma satu. Paspor. Kami yang belum punya paspor segera mengurus pembuatan paspor di kantor Imigrasi dengan bekal surat pengantar dari kantor.

Hal yang lucu bekerja dalam tim eksplorasi adalah kemanapun kami pergi tugas mulai dari Aceh sampai Papua yang kami jumpai sama saja. Akses jalan menuju lokasi yang rusak dan hutan. Sering saya jadi lucu sendiri kalau ada teman yang menanyakan tentang destinasi wisata daerah yang saya kunjungi itu. Cerita saya melulu itu tidak jauh dari hutan, buah hutan, masyarakat, dan makanan khas daerah tersebut. Sesekali sih pernah tapi kesempatan itu jarang terjadi. Sangat jarang.

Tapi kali ini agak beda, eksplorasi di negeri tetangga kita malaysia. Soal akses lokasi disana saya akui luar biasa. Aspal halus, jalanan lancar, saat bertemu kemacetan jalan semua sabar. Sangat jarang saya mendengar suara klakson disana. Sempat saya terkaget waktu di tol ada sebuah motor menyalip mobil kami. What!! Di tol ada motor? Sama persis dengan motor saya di rumah. Jupiter Mx tapi kalau disana namanya beda. Saya lupa.

Ada tiga lokasi eksplorasi disana dua diantaranya sama saja seperti di indonesia lokasi bukaan tambang yang panasnya bikin saya rajin istighfar dan hutan pohon karet yang paling terkenal dengan nyamuknya. Tukang sadap saja kalau pergi menyadap karet mirip astronot. Satu-satunya bagian tubuh yang terbuka hanya daerah mata dan dipinggangnya terselip kawat tempat menggantung obat nyamuk bakar. Saya orang modern. Obat nyamuk bakar sangat kolot dan jauh dari kesan modern . Lotion nyamuk telah hadir menggeser keberadaan obat nyamuk bakar yang tidak praktis dan bikin sesak nafas. Baju lengan panjang dan lotion anti nyamuk sudah cukup. Praktis dan simpel. Namun ternyata saya salah, lotion anti nyamuk tidak cukup tangguh mencegah gigitan nyamuk di hutan pohon karet.  Mobilitas yang tinggi dan kegiatan penuh peluh membuat lotion anti nyamuk itu luntur. Saya pulang dengan penuh bentol bekas gigitan nyamuk. Kesimpulan yang saya ambil bahwa obat nyamuk bakar adalah sebuah pengejawantahan nyata teknologi tepat guna nan aplikatif dan murah dalam berkegiatan di hutan karet.

Lokasi terakhir adalah hiburan penuh petualangan di negeri jiran. Berlokasi di tengah-tengah kota dan yang kami cari adalah keberadaan sebuah bunker peninggalan jepang yang ditinggalkan buru-buru pasca perang dunia kedua. Semua prajurit jepang ditarik pulang kampung setelah kejadian paling memilukan dalam sejarah. Jatuhnya bom sekutu di dua kota di jepang. Hiroshima dan Nagasaki. Sampai kalimat ini saya merasa jadi Nicholas Cage di film national treasure 1 dan 2. Berdasarkan cerita, di negeri sebelah yang berbatasan langsung telah ditemukan harta karun emas sekian-sekian. Sangat banyak. Merunut sejarah, lokasi ditemukan emas di negeri tetangga berhubungan erat dengan kota tempat kami melaksanakan eksplorasi ini. Sangat mungkin pula akan ditemukan harta yang ditinggalkan disini.

Klien kami kontraktor lokal yang memiliki akses ke pemerintahan atau mungkin dia sendiri memang orang pemerintahan. Mungkin saja.

Tanda-tanda kemungkinan keberadaan bunker itu sangat jelas, dimulai dari sebuah bangunan besar yang ternyata sumur besar dan tersebar dibeberapa titik sumur-sumur kecil yang diduga saling berhubungan. Juga, oleh masyarakat sekitar ditemukan benda-benda di sekitar lokasi. Seperti alat-alat makan dan kendi peninggalan masa itu. Saat kami pertama kali datang semua berjalan normal dan kami bebas bergerak bebas kesana kemari mengambil poto dan memetakan lokasi tersebut. Interaksi dengan warga setempat juga wajar. Keberadaan kami orang Indonesia disana juga bukan hal yang luar biasa. Paling-paling buruh atau pembantu pikir mereka. Sempat beberapa kali karena kasihan, saya dan teman ditawari pekerjaan di restoran katanya masakan orang indonesia enak atau jadi supir lori (truk) jadi kami tidak perlu kerja seperti ini penuh peluh menantang matahari. Jujur saja, saya tersenyum kemudian tertawa kecil mendengar tawaran itu. Tawaran itu cukup menarik karena ternyata gaji nya cukup besar. Mereka baik, ramah dan cukup simpati dengan kami. Satu kali ada yang agak usil dan menanyakan identitas kami. Teman saya yang iseng langsung mengeluarkan sim, diujung nama tersemat S.E. artinya teman saya ini lulusan sarjana ekonomi. Kita yang di indonesia sudah sangat paham tapi, yang bertanya tidak tahu apa singkatan S.E itu. Teman saya itu menjawab “Sarjana Engineering”. Kemudian dia terkaget dan mengembalikan sim itu lalu mendadak sopan. Saya pikir sepertinya dia sangat menghormati insinyur. Cerita soal sarjana engineering ini masih saja lucu meski diceritakan berulang setiap kami bertemu.

Perubahan besar terjadi setelah tersebar kabar bahwa kegiatan di lokasi tersebut adalah sebuah upaya pencarian bunker peninggalan tentara jepang yang ditengarai terdapat harta yang ditinggalkan berupa emas. Garis polisi dipasang sepanjang lokasi dan hanya orang-orang tertentu yang memiliki akses dan kepentingan boleh melintasi batas itu. Kami orang asing, tim eksplorasi dari negeri sebrang Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa bebas bolak-balik kemanapun seantero lokasi sementara orang lain harus ditanya ini itu oleh petugas kalau mau masuk. Menurut cerita teman saya yang juga atasan saya bercerita tentang sebuah pertemuan tertutup yang dihadiri gubernur, pejabat, dan aparat setempat. Setelah memperkenalkan diri dan menyebutkan nama instansi masing-masing. Kami satu-satunya tim peneliti yang ada disana mewakili perusahaan tentunya yang berasal dari Indonesia. Sempat ada pertanyaan “kenapa mendatangkan tim peneliti dari Indonesia dan tidak dari negeri sendiri?” Jawaban teman saya kira-kira begini “karena kami memiliki alat dan bisa mengoperasikannya.” Bagaimana tidak mendengar cerita itu, seketika saya bangga menjadi putera Indonesia.

Kegiatan eksplorasi ini sempat menjadi heboh dan diliput oleh media lokal. Bisa ditelusuri jejak digital nya. Lalu bagaimana hasil penelitian itu, apakah ditemukan bunker dan harta karun itu? Jawaban saya adalah tidak tahu. Tugas kami hanya akuisisi data, kemudian menyerahkannya kepada atasan untuk diolah dan diinterpretasi. Hasil pengolahan data itu juga tidak pernah saya lihat.


Rabu, 11 Januari 2017

TERCERAHKAN

Teman-teman yang mengenal saya dengan sangat baik meskipun diantara mereka ada yang tidak saling kenal. Tapi, saya yakin meskipun begitu mereka pasti sepakat tentang satu hal. “Jangan pernah percaya sama rekomendasi saya soal makanan atau tempat makan yang enak.”  Bukan sekali atau dua kali setiap saya merekomendasikan makanan atau tempat makan yang menurut saya enak selalu berakhir dengan kerutan dahi dan sorot mata tajam interogatif. “ini bud yang kata lo enak?” saya akui makanan itu tidak seenak dan senikmat ketika saya makan dulu. Entahlah, Karena hal ini saya dicap, dilabel bahwa kriteria makanan menurut saya itu cuma dua. Satu, enak. Dua, enak banget.

Well, saya tidak menampik pernyataan tersebut. Selain enak dan enak banget ada satu lagi yang mereka sebenarnya tidak tahu. Satu kriteria yang mereka tidak tahu itu adalah ‘bukan makanan’ lebih jelasnya, bukan jenis makanan yang bisa saya makan. Wow!! Jenis makanan apa kiranya yang tidak saya makan?? Ada, ada banget jenis makanan yang tidak saya makan. Sebagai muslim, saya tentu tidak makan makanan yang dilarang kan? ^^

Sudah satu atau dua bulan ini saya memfavoritkan nasi bebek khas madura. Dalam satu minggu bisa 3 kali saya menjatuhkan pilihan menu nasi bebek khas madura ini. Alasannya sederhana, saya tidak perlu berlama-lama antri dan menuggu pesanan karena bebeknya sudah digoreng dan rasanya juga ‘enak’. Namun, akhir-akhir ini warung langganan nasi bebek khas madura saya tidak lagi menyediakan bebek yang sudah digoreng. Dia baru akan menggoreng bebek ketika ada orang yang beli. Mungkin maksudnya supaya bebeknya masih hangat saat akan disantap. Jadi, sekarang setiap beli nasi bebek khas madura saya harus menunggu. Cuma sebentar, dan saya tidak bermasalah menunggu.

Satu kali abang saya yang kebetulan sedang datang kerumah nitip beli makan malam. Saya bilang “mau nasi bebek kak?”. ”nasi bebek boleh juga”. Kemudian kami berdua menikmati nasi bebek khas madura di rumah dan sambil makan saya menceritakan alasan kenapa saya menyukai nasi bebek khas madura ini. Saat selesai makan saya penasaran apa pendapat abang saya tentang nasi bebek khas madura yang barusan kita nikmati.

“cik, kita ini makan Cuma supaya jangan lapar. Bismillah aja.”

Deg! Saya tercerahkan dari premis sederhana dan menghangatkan dada. Jawaban yang saya tunggu sekian lalu. Bahwa kita makan memang Cuma supaya jangan lapar.


Etapi, beneran enak kan nasi bebeknya kak?

Rabu, 07 Desember 2016

[Lamunan Pagi ] Early Warning System Gempa Bumi


Oktober 2011. Saya yang masih bekerja di konsultan geologi dan geofisika beberapa kali terlibat pekerjaan eksplorasi di daerah untuk meneliti potensial mineral tambang di daerah tersebut. saya tidak akan menceritakan detil pekerjaan selama proses akuisisi data. saya juga tidak memiliki wewenang ilmiah untuk menjelaskan karena bukan kualifikasi saya untuk itu.

Saat itu ada dua lokasi yang kami datangi dan keduanya berada di daerah NTT. lokasi pertama di daerah Belu-Atambua. Pekerjaan selesai hanya beberapa hari dilanjutkan kemudian ke lokasi kedua di Keifa Menanu. Keifa Menanu adalah pusat kota. dari sini masih cukup jauh dari lokasi di Eban. Mengendarai motor sampai masuk ke lokasi kami tempuh perjalanan lebih kurangnya 3 jam untuk sampai di eban. beruntung di eban kami dibolehkan tinggal sementara di pos perbatasan TNI. perbatasan antara negara kita Indonesia dengan tetangga Timur Leste.

Adalah Feri partner kerja kami di lokasi. Feri adalah seorang PNS di BMKG. disetiap kesempatan kami berbincang banyak hal dari yang biasa-biasa menjadi topik yang seru dan menyenangkan. Sampai akhirnya Feri menceritakan tentang sebuah upaya yang sedang dikembangkan BMKG bekerja sama dengan Australia, Jepang dan Kanada kalau tidak salah ingat. Upaya itu adalah sebuah penelitian mengamati gejala anomali pada magnet bumi. Pulau Sumatra menjadi lokasi yang dipilih karena memang pulau sumatra merupakan daerah rawan gempa. BMKG kemudian menyebar alat ground magnetik di sepanjang pulau sumatra mulai dari aceh sampai lampung.

Saya membayangkan. Tidak, kami membayangkan ketika teknologi ini berhasil dikembangkan, kita akan sempat untuk melakukan evakuasi sebelum bencana gempa bumi benar-benar akan terjadi. Berapa orang yang akan terselamatkan dengan adanya  teknologi itu.

Pagi ini, ketika saya membuka laman berita bahwa telah terjadi gempa di Aceh sebesar 6.5 SR saat subuh. Ingatan gempa tsunami 2004 lalu yang masih begitu jelas pada rakyat Aceh. Tak heran, ketika gempa pagi ini, kemudian akan memaksa mereka mengenang kembali peristiwa yang memilukan itu. Berdoa semoga mereka disana diberikan kesabaran dan senantiasa dilindungi Alloh SWT. 

"apa kabarnya hasil penelitian itu ya?"

Selasa, 30 Agustus 2016

S.T.O.P saat PANIK

Tersesat ditengah rimbunnya hutan Papua adalah masalah besar untuk Ari yang baru beberapa hari disana. Entah dimana saat Ari terpisah dari rombongannya setelah selesai melakukan survey pemetaan topografi dan persiapan jalur alat geolistrik. Bekerja di sebuah konsultan Geologi dan Geofisika di Jakarta membuat Ari harus selalu siap berangkat kemanapun dan kapanpun diminta. Baru beberapa hari disana barang pasti Ari belum hapal jalan didalam hutan. Ada begitu banyak jalan setapak didalam hutan. Tapi, mana jalan setapak yang biasa dilalui orang atau babi hutan dia tidak tahu.  Atau mungkin benar jalan setapak itu yang biasa dilalui orang tapi tidak tahu apakah jalan itu menuju kampung atau jangan-jangan malah lebih jauh masuk kedalam hutan.

Terlalu sibuk membalas pesan yang masuk ke hp nya membuatnya tidak terlalu memperhatikan jalan. Hp nya sekarang sudah kehabisan baterai dan tidak bisa menghubungi camp meminta bantuan. Ari mengutuki perbuatannya sampai terpisah dari rombongan.

Langit mulai sore dan sebentar lagi gelap. Jam 5 sore didalam hutan sudah mulai gelap karena sinar matahari sudah tidak sanggup menembus rimbunnya pohon-pohon besar. Suara binatang hutan sore itu yang biasanya dia nikmati mendadak seram dan mulai membuatnya ketakutan. Tak jauh dari tempatnya berdiri Ari mendengar gemericik air. "Ah, ada kali. Aku harus mengikuti aliran kali untuk pulang. Pasti, aliran air ini menuju ke kampung." Gumamnya.

Menyusuri kali bukan perkara mudah karena ternyata sesekali dia harus menuruni tebing. Belum lagi batu kali yang licin membuatnya harus lebih hati-hati melangkah. Belum lama berjalan menyusuri kali tiba-tiba dia melihat bangkai ular sebesar paha orang dewasa. Itu adalah bangkai ular terbesar yang pernah dilihatnya. Dari cerita yang pernah dia dengar bahwa ular selalu berpasang-pasangan. cerita itu menerangkan bahwa kalau salah satu ular itu dibunuh, pasangannya akan membalas dendam. Ular bisa tahu siapa pembunuhnya dengan melihat mata pasangannya yang mati. Seperti ada rekaman terakhir sebelum ajalnya sebagai pesan. Melihat bangkai ular itu sontak membuatnya panik. Tanpa sadar Ari menaikkan tempo berjalannya bahkan setengah berlari. Batu licin menghambat lajunya dan dia terpeleset jatuh. Rasa takut begitu meliputinya. seperti ada pegas, Ari ototmatis langsung berdiri dan berjalan lagi. Kemudian terjatuh lagi, langsung bangkit lagi dan berjalan lagi. Terjatuh lagi lalu bangkit lagi. Butuh tiga kali terjatuh untuk menyadarkannya bahwa saat ini dia sedang panik.

"Panik akan bikin kamu jatuh lagi dan membunuhmu!"
"Tenanglah!!" Ari menasehati diri sendiri.

Ari menyapu pandangannya mencari tempat yang pas buatnya untuk duduk sebentar, pandangannya berhenti pada sebuah batu andesit besar di tengah kali. sambil duduk dan menenggak sisa air mineral yang dia bawa kemudian merogoh saku celana kargonya mengambil kotak rokok dan menyalakan sebatang rokok terus menghisapnya dalam-dalam. "Aku harus tenang." ucapnya sambil menghembuskan asap rokoknya ke udara.

Langit mulai merah. "Aku tidak boleh bermalam di hutan sendirian. Entah apa jadinya." Bicara sendiri. Setelah tenang dan mengumpulkan nyali Ari mulai berjalan lagi menyusuri kali. Beberapa menit kemudian dia mendengar dari kejauhan suara ketawa ramai. Dihampirinya sumber suara itu "syukurlah.. aku selamat." ternyata rombongan timnya sedang mandi di kali.

"Woy!! Ari!! Kemana saja ko? Ayo mandi!"
"Tidak, aku mau ke camp saja."

Selasa, 16 Agustus 2016

[CATPER] Kemping mandalawangi agustus 2016

Mengobati rindunya malam dingin di gunung, melarikan diri sejenak dari ramainya Jakarta Ibukota pertemuan setiap kemungkinan berada.

Singkat cerita kebetulan ada sepupu yang lagi magang jadi jurnalis di Media Indonesia bersama 5 orang temannya. Kami berencana untuk yaah.. liburan bersama mumpung lagi di Jakarta. Awalnya, sepupuku minta diantar ke pulau seribu. Tapi, berhubung agustus ini masih sering hujan angin. Sepertinya liburan di pulau bukan pilihan yang bijak. Saya menyarankan gimana kalau kita kemping ke mandalawangi! semua setuju dan kita sepakat untuk berangkat jumat malam tanggal 5 agustus 2016.

Jumat 5 Agustus 2016 (malam)
Dari rencana delapan orang kami akhirnya berangkat cuma berempat karena yang lain tiba-tiba mendapat tugas untuk liputan berita. Sempat untuk mengundur acara kemping jadi minggu depan. yah, mau gimana lagi. kalo cuma berempat kurang seru kataku. Saat sedang santai duduk di ruang tamu sepupuku Jimmy bilang "oh iya kak, aku juga dapet titipan liputan di cibodas kemarin dari redaksi waktu minta izin libur. trus juga malam ini kita bisa lihat gugusan bimasakti dengan mata telanjang. katanya." "oke deh, kita berangkat. besok pagi aja ya!"

Sabtu 6 Agustus 2016
Kami berangkat pagi cari sarapan dan sebagai alternatif murah angkutan ke pasar rebo kami menggunakan UBER. Sebagai pengguna baru dapet potongan 50,000 jadi hemat dan lebih cepat.

11.00 wib
Sampai di pasar rebo alhamdulillah langsung dapet bus arah cianjur turun di pertigaan cibodas. ongkosnya 25,000.

15.30 wib
Turun di pertigaan cibodas. Belanja logistik dan snack untuk kemping di mandalawangi. Setelah semua siap kami melanjutkan naik angkot kuning ke cibodas sekitar 10 menit dari pertigaan dan langsung berhenti di loket masuk bumi perkemahan mandalawangi. Beli tiket masuk untuk menginap 27,500 perorang. Dari loket menuju kemping ground tidak jauh untuk beberapa alasan saya memilih lokasi kemping dekat sungai yang berhadapan dengan lapangan golf.
Angkot kuning menuju cibodas

Minggu 7 Agustus 2016
Langit malam agak kurang bersahabat. Awan mendung membatasi pandangan kami untuk dapat menyaksikan tebaran gemintang malam itu. Sekitar jam dua pagi langit cerah dan menampakkan nuansa magis gugusan bintang galaksi Bima Sakti untuk kami nikmati untuk sesaat lalu kembali angin menghantar awan menghijab antara kami dan bintang. Hadiah kecil untuk kami yang sabar menanti meski cuma sebentar. Puas menghangatkan diri dengan api unggun, kopi, dan cerita ngalor-ngidul kami berangsur masuk tenda sekitar jam empat pagi.
mendung

09.00 wib
Matahari mulai tinggi dan suara cekikikan tenda sebelah membuat saya berangsur bangun. Sepertinya, mereka baru datang subuh tadi, karena saat kami beringsuk masuk tenda mereka belum datang. Setelah ritual pagi dan sarapan agenda selanjutnya adalah ke air terjun cibeureum. Tapi, harus ditunda sebentar karena hujan.

14.00 wib
Hujan mulai reda kami mulai packing dan segera menuju air terjun cibeureum. Lokasi air terjun cibeureum ditempuh dengan tracking sekitar satu jam melalui jalur pendakian Gunung Gede Pangrango dengan harga tiket 18,500 perorang.

16.00 wib
Puas main air di air terjun kami melanjutkan perjalanan untuk pulang ke Jakarta.

air terjun cibeureum

#TIPS dan INFO
Hal apa aja sih yang bisa kita lakukan di bumi perkemahan mandalawangi?

  • Kamu yang suka photografi bisa hunting lokasi photo yang menarik. kalau langit cerah kamu bisa photo bintang gemintang.
  • Di mandalawangi tidak ada larangan membuat api unggun dan disana ada yang menjual kayu bakar. Tapi tetap hati-hati dan ikuti kaidah-kaidah dalam membuat api unggun. 
  • Bawa gitar! Sambil duduk melingkar menghadap api unggun ditemani secangkir teh/kopi menyanyikan lagu nostalgia. Tapi ingat, hormati pengunjung lain dan jangan bikin rusuh.
  • Ambil matras dan hamparkan diatas rumput rebahkan tubuhmu disana sambil memandang nuansa magis gugusan bintang malam.
  • Satu lagi, Cerita. sedari dulu saya saat kemping sangat senang dengan suasana ini. dari cerita-cerita ringan penuh tawa sampai curcol adalah kesempatan kita untuk benar-benar mengenal lebih dalam tentang sahabat kita. 

Sedikit rincian biaya kami kemarin:
Joglo (Jakarta Barat) - Pasar rebo (UBER promo) bayar 20,000/4 = 5,000

Pasar rebo - Pertigaan cibodas 25,000

Angkot kuning Pertigaan cibodas - Cibodas mandalawangi 5,000

Tiket masuk bumi perkemahan mandalawangi 27,500

Kayu bakar api unggun 30,000/4 = 7,500

Tiket masuk air terjun cibeureum 18,500

angkot kuning cibodas mandalawangi - pertigaan cibodas 5,000

pertigaan cibodas - terminal kp. rambutan 25,000

terminal kp. rambutan - joglo (grab car) 97,000/4=24,250

TOTAL     Rp. 142,750/ Orang PP
                                                               

patut dicoba
canopy trail 40,000
sedikit informasi untuk bus dari dan ke cibodas menggunakan bus jurusan jakarta(kp.rambutan) - cianjur. bus tersedia 24 jam cuma harus sabar menunggu.

Selasa, 19 Juli 2016

catatan hujan

hujan.
saya suka hujan. suka aja. udah.

ada yang bilang hujan meresonansi menggapai kenangan-kenangan dulu yang tersimpan rapat tersembunyi jauh didalam sana. makanya katanya, sekali lagi katanya hujan-hujanan terapi yang baik untuk mereka yang ada masalah sama kenangan. amnesia yah? iya. iya.. amnesia.

ada yang suka bau tanah setelah hujan. hmm.. menentramkan. katanya.

saya suka hujan. suka aja. udah.

yawdahlah..

asal masih mau belajar semua akan baik-baik saja. persoalan dimana level kita cuma perkara siapa yang memulai lebih dulu. mungkin sedikit terlambat untuk putar stir. tapi, tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai. pepatah, "seribu mil di mulai dari satu langkah kecil."
"sok banget sih bud!" "lemparin sendal nih..!"
"hahaha.. ngopi yuk!"

Sabtu, 18 Juni 2016

Nurina Selamat jalan

Waktu berlalu dan kami siswa kelas 6 SD mulai sibuk belajar untuk ujian nasional dan selanjutnya mencari sekolah baru meneruskan jenjang SMP. Sekolahku adalah sekolah yayasan mulai dari TK, SD, dan SMP. Sebagian besar dari kami melanjutkan disekolah yang sama termasuk Nurina, yang lain mencoba masuk sekolah negeri. Sementara aku memilih untuk masuk pesantren ikut kakak yang sudah duluan disana. Waktu itu aku merasa bangga sekali mau masuk pesantren termasuk guru-guru dan teman yang tahu keinginanku untuk pesantren ikut bangga dan mendukung keputusanku. Rasanya, begitu jelas arah mana jalan yang kupilih. Setelah benar-benar dinyatakan lulus aku fokus mengikuti proses seleksi penerimaan santri baru di pesantren daerah banten itu. Sebuah pesantren modern dengan sistem pendidikan seperti gontor almamater kyai  pendiri pesantrenku. Ahmad adalah kawan dekatku yang juga memilih pesantren melanjutkan SMPnya di daerah jakarta barat. Jadi, ada dua orang siswa sekolah kami yang melanjutkan ke pesantren.

Seingatku waktu itu hari terakhir tes penerimaan santri baru adalah baca tulis Al-Qur'an dan wawancara yang akan menentukan diterima atau tidaknya aku sekolah disana. Setelah lama menunggu akhirnya kami diberitahukan bahwa nama-nama peserta yang diterima sudah dapat dilihat di papan-papan tulis di aula pesantren.  Waktu itu ayah yang mencari namaku dan tidak lama kemudian ayah kembali dengan sumringah. Aku diterima.

Setelah resmi menjadi santri baru kemudian dilanjutkan dengan penentuan gedung asrama, kamar dan kelas. Kamarku terletak di Gedung Annajah kamar 6 bersama 20an santri baru lainnya dan 1orang kakak kelas 5 yang menjadi ketua kamar. Untuk sekolah, aku ditempatkan di kelas 1J. Penentuan kelas berdasarkan peringkat. Jadi, mereka yang pintar otomatis akan mendapat kelas unggulan A,B dan C. Untuk angkatanku kelas satu sampai dengan 1Q. Sistem ini sengaja dilakukan dengan nuansa "Fastabiqul khoirot" (berlomba dalam kebaikan) yang selalu digaungkan kyai disetiap pidatonya. Sepertinya begitu.

Sejak aku dipesantren aku tidak pernah lagi berhubungan dengan teman-teman sekolahku dulu. Melalui telpon biasanya ibu mengabari tentang kabar teman-teman sekolahku dan salam dari guru-guru supaya betah dan giat belajar di pesantren. Ibu memang sangat aktif dan menjadi pengurus majlis ta'lim untuk wali murid di sekolah juga karena masih ada adikku yang masih sekolah disana.

Dipesantren kami memang ditempa untuk belajar, belajar, dan belajar. Urusan ibadah sholat 5 waktu selalu(wajib) berjamaah di masjid. Mengaji kami mendapat firqoh(kelompok) yang dipimpin kakak kelas dan ustadz. Komunikasi dengan luar sangat dibatasi. zaman itu telpon genggam belum ada. Tapi, pesantren menyediakan wartel dilingkungan pesantren. Tv, radio tidak diperbolehkan disini. Kalaupun dibolehkan dengan aktivitas yang begitu padat rasanya tidak ada waktu untuk menonton TV atau mendengarkan radio. Aku sangat menikmati hari-hariku dipesantren dulu meskipun awalnya diminggu pertama kami para santri baru sering menangis karena rindu rumah.

Hari-hari berlalu begitu cepatnya sampai akhirnya aku naik kelas 2. Sampai pada suatu hari ketika aku menelpon ke rumah ditengah percakapanku tiba-tiba ibu ingin menyampaikan sesuatu yang sangat serius.
(Di telepon)
Ibu: "bud, ibu ado kabar tapi kau jangan sedih ya. Sabar-sabar."
Aku: "kabar apo bu?" Perasaanku langsung bingung. Takut tapi penasaran.
Ibu: "hmm.."
Aku:"kenapo bu?!"
Ibu: "kawan kau Nurina.."
Aku: "Nurina kenapo bu?"
Ibu: "Nurina meninggal"
Aku: "inna lillahi wa inna ilaihi rooji'uun" lalu aku terdiam dan seketika sekujur tubuhku dingin. Aku menggigil. Flash back kenangan dengan Nurina sekejap memenuhi otakku. Tak terbendung air mataku mengalir dan seketika hidungku mampat. Kuseka air mataku jangan sampai ada yang melihatku menangis. Kudongakkan kepalaku menahan air mata. Ini adalah kehilangan sahabat pertamaku.
Ibu: "budi. Kau yang sabar yoo.. kirim do'a buat Nurina."
Aku: "iyo bu. Nurina kenapo bu?"
Ibu: "Nurina caknyo sakit. Waktu balek dari senayan samo kawan-kawan." (Nurina kayaknya sakit. Waktu pulang dari senayan)
Aku: "ooh, iyo bu. Bu sudah dulu yo. Aku nak balek ke kamar." (Bu sudah dulu ya. Aku mau ke kamar.)
Ibu: "yo bud."
Aku: "Assalamu alaikum"
Ibu: " waalaikum salaam"
Begitu selesai menutup telpon. Aku langsung kembali ke kamar. Kurebahkan badanku di kasur dan kututupi muka dengan bantal. Kupuaskan tangis dan ingusku sore itu. Nurina selamat jalan.

Kamis, 16 Juni 2016

Nuri..na!! Minta belimbing

Meski samar-samar aku ingat wajahnya. Tapi, senyumnya lekat sekali di hati. Bibir tipis dengan lesung pipit dan geliginya yang tersusun rapih. Cantik.
Perempuan mungil dan cantik itu namanya Nurina (cahaya kami). Nurina tidak hanya cantik, dia sopan, ramah, baik. Tak puas ketemu di sekolah aku sering cari-cari alasan supaya bisa main kerumahnya. Adalah samsul sahabat baikku yang paling sering kuajak ke rumah nurina atau sebaliknya. Minjem catetan, ngerjain pe-er bareng, atau minta belimbing alasan yang paling sering. Samsul dan keluarganya saban siang suka sekali rujak.
Samsul "Bud, ngrujak yuk!"
Aku: "yuk..!! Kerumah Nurina minta belimbing!!"
Samsul: "yuk..!!"
Kami kerumah Nurina naik sepeda. Sepanjang jalan kerumah Nurina aku senyum-senyum sendiri.
(Di rumah Nurina)
Aku: "sul, panggil gih"
Samsul: "elu aja bud.."
Aku: "bareng ya tapi"
Samsul: "iyaa"
Aku, samsul: "Nuri...na!! Minta belimbi..ng"
Cekrek, suara pintu dibuka
Nurina: "eh, iya.. boleh"
Buka pager
Aku, samsul: "hehehehe.."
Samsul: "bud panjaat!!"
Nurina senyum. Aku bengong. Bego.
Samsul: "bud!! Panjaat!"
Aku: "eh,, iya sul"
Soal panjat memanjat memang aku yang selalu disuruh lantaran kurus. Jadi bisa menggapai belimbing yang di ujung dahan. Samsul menunggu operan belimbing dariku dibawah.
Nurina: "ambilnya yang udah kuning-kuning aja ya" sambil mendangak kearahku
Aku: "iya nur'
Samsul: "bud, udah cukup nih. Banyak"
Aku: "oke!!"
Turun dari pohon
Aku: "nur, makasih yaa"
Nurina: senyum "iya, sama-sama"
Samsul: "Nur, makasih yaa"
Nurina: senyum "iya, sama-sama"
Samsul: "yuk bud. Pulang"
Aku: "yuk..!"
Yes, udah ketemu nurina. Kami pulang kerumah samsul buat lanjut ngerujak. Samsul dapet belimbing. Aku dapet ketemu Nurina. Kemudian kami tersenyum sepanjang jalan.
Di lain hari aku dan samsul janjian main sepeda sore. Rumah Nurina selalu jadi rute sepeda kami. Setiap depan rumah nurina aku selalu mengurangi laju sepeda kemudian kupanggil "Nuri..na!!" Kemudian kutengok kebelakang. "Ah, nggak keluar. Tapi, gapapa deh kan udah lewat rumahnya." Ngomong sendiri. Meskipun cuma ketemu rumahnya. Itu saja sudah cukup untuk menggenapkan hari dan membuatku tersenyum.

NAK BELI GENDOM

Waktu itu umurku sekitar 9 tahun kenaikan kelas 3 sd kemudian pindah sekolah ke jakarta  yang sebelumnya sekolah di kampung sdn 18 muara enim. Di jakarta aku tinggal dengan bude dan alasan kenapa pindah ke jakarta "lupa".
Satu waktu bude minta tolong ke warung
Bude: "Bud, tolong belike bude gendom di warong bang kesuk. Ini duitnyo"
Aku: "Iyo de"
Segera aku pergi ke warung yang dimaksud bude.
(Di warung)
"Belanjo..."
"Belanjo...."
"Belanjo....!!'
Warung buka tapi koq nggak ada yang jaga. Akhirnya aku pulang ke rumah tanpa belanjaan.
Aku: "De dak katek yang jual" (de nggak ada yang jual)
Bude: "hah?! Kau cakmano tadi ke warong tu?" (Hah?! Kamu gimana tadi ke warung?)
Aku: "aku jeritke, belanjo.. belanjo.. dak katek yang metu" (aku teriak, belanjo..belanjo.. nggak ada yang keluar)
Bude: "ooh.. pantes lah. Kalo disini ngomongnyo beli bukan belanjo"
Aku: "ooh... iyo de"
Bude: "pegi sano ke warung lagi"
Berangkat lagi ke warung
(Di warung)
"Beli.."
"Be..li.."
Dari dalem ada yang teriak "iya... sebentar"
Eh, bener yang punya warung nyaut
Ibu warung: "iya tong, mau beli apaan?"
Aku: "nak beli gendom" langsung ngasih duit
Ibu warung: "hah?! Apaan?"
Aku: "nak beli gendo...m"
Ibu warung: "gendom?? Gendom apaan yak? Mpo kagak tau gendom apaan. Tanyain dulu gih balik ke rumah" balikin duit.
Hmm!!! Pulang lagi ke rumah. Masa orang jakarta nggak tau gendom. Payah.
(Di rumah)
Aku: " Bude, wong yang jual idak tau gendom"
Bude: "hahahaha!!" Ketawa puas banget
Bude: "kalo disini gendom itu terigu.. budi..."
Aku: "ooh..te..ri..gu..."
Bude: " pegilah lagi. Beli terigu yo.."
(Di warung)
Aku: be..li..!!"
Ibu warung: "eh, iya tong apaan?"
Aku: " beli terigu" kasih duit
Ibu warung: "ooh terigu.. gendom ya?"
Aku: "iyo, terigu"
Ibu warung: "nih terigunya, ini kembaliannya"
Aku: "iyo, mokaseh buk"

Minggu, 18 Oktober 2015

Hikayat lama. Tentang monyet dan tiga angin

cerita yang saya terima dan belum mengetahui darimana sumbernya ini. saya ceritakan kembali dengan gaya dan bahasa saya sendiri.


Dahulu kala..
Tiga angin sedang berjalan-jalan. mereka adalah topan, puyuh, dan sepoi.
Dalam perjalanannya berjumpa mereka dengan seekor monyet yang sedang asyik dipucuk batang kelapa. Asyik sekali memilih buah kelapa.

Angin puyuh berseru: "bagaimana kalau kita bertaruh, siapa diantara kita bertiga yang bisa menjatuhkan monyet rakus itu."

"Hahaha.. biar aku yang mencoba pertama." Jawab topan dengan pongahnya.

Wuzz...!!!!
Genap kekuatan topan menggoyang batang kelapa dengan upaya menjatuhkan monyet dari batang kelapa. Sepenuh daya upaya pula monyet berpegangan. Erat sekali.

Hingga habis tenaganya. Topan kembali tanpa hasil. Menekuk mukanya menahan kesal. Puyuh dan sepoi diam tak berkomentar. "Nah, sekarang giliranku." Puyuh memecah keheningan.

Wuuiss...!!!
Tak kalah hebat dengan topan. Puyuh memutar-mutar batang kelapa mencoba memelantingkan monyet ke udara. Tak habis akal monyet yang ketakutan memeluk batang kelapa layaknya temu kangen keluarga sebab pecahnya perang saudara. Korut dan Korsel yang kini bertetangga.

Malang tak dapat ditampik. Hingga tuntas puyuh mencoba. Kegagalanpun harus ia terima.
Puyuh kembali. Topan tersenyum tipis merasa tidak sendiri. "Aku mau coba pula." seru sepoi pelan mengumpulkan kepercayaan diru. "Hahaha...Sontak topan dan puyuh tertawa."

"Lebih baik kita pulang. aku dan puyuh saja tak sanggup menjatuhkan monyet itu. besar betul tekad monyet itu." Sergah topan dengan bijaknya.

"Tapi aku mau mencoba." Sepoi bersikukuh.

"Baiklah, untuk memuaskan inginmu, Cobalah." Puyuh menengahi.

Semilir sepoi menghampiri monyet yang takzim menikmati kelapa pilihan yang manis air dan degannya. Dengan lembut sepoi membelai bulu bulu. Monyet mengantuk. Perut kenyang dan semilir angin sepoi. Monyet menguap panjang tanpa sengaja kehilangan pegangan.

Bukk!!!

Monyet terjatuh.

Topan dan puyuh menganga.


Kamis, 15 Oktober 2015

tips hemat hidup di jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengakui biaya hidup di Ibu Kota sangat mahal. Ia menilai biaya hidup bagi warga yang belum menikah dan jomblo di Jakarta, setiap bulannya mencapai Rp 2,5 juta. 

Karenanya, menurut Basuki, jika dalam satu keluarga hanya suami saja yang bekerja, tidak bisa bertahan hidup di Jakarta. "Kalau kamu punya istri dan anak yg gak kerja sebenarnya gak bisa hidup di Jakarta," katanya, Senin (27/7). http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/15/07/27/ns4wnh282-ahok-akui-biaya-hidup-di-jakarta-mahal

well, tidak bisa ditampik memang begitu kalau cuma punya gaji UMR. memang agak menyiksa tinggal di jakarta. tapi dengan niat dan perhitungan yang mantap kita bisa melakukan gerakan penghematan epic sepanjang sejarah.

pertama, jangan lupa sarapan. untuk memulai aktivitas seharian kita butuh energi. sumber energi adalah makan!! menu sarapan kenyang, enak, dan murah adalah nasi uduk atau ketupat sayur. Rp.8000

kedua, hindari beli minum air mineral. mahal.. sebagai investasi beli aja botol minum. bawa air minum dari rumah. kalau habis bisa refill di kantor atau minta pokoknya jangan beli.

ketiga, untuk bepergian dengan jarak yang wajar tidak terlalu jauh tidak perlu menggunakan kendaraan bermotor, mobil, atau angkot. jalan kaki atau naik sepeda adalah pilihan yang sangat bijak. badan sehat juga hemat. what a bright idea, right!!

keempat, untuk makan siang saya menghindari makan berat. alasan pertama, ngantuk. alasan kedua, hemat. menu makan siang saya adalah segelas kopi dua batang rokok dan dua buah pisang. tidak lebih dari Rp.8000. karena biasanya kalau untuk makan nasi di warung lebih kurangnya Rp.15000an.

kelima, untuk makan malam usahakan dibawah jam 8 malam. dan pilihlah menu sesuai selera.

keenam, sesekali kita butuh hiburan. pilihlah hiburan yang tidak hura-hura. bisa menonton bioskop, jalan-jalan ke taman, ke toko buku.

demikianlah jurus hemat yang saya sedang terapkan sekarang. karyawan dengan gaji UMR yang nge-pas sambil harus bayar sekolah dan setor cicilan tiap bulan. tidak kurang dari 2 juta harus saya keluarkan perbulan untuk bayar sekolah dan cicilan. dengan metode hemat yang saya terapkan. alhamdulillah.. sampai sekarang masih sehat.